Postingan

MAKANAN BERLEBIH: Jangan Buang-buang Makananmu ....

Gambar
Kita membuang terlalu banyak makanan. Coba cek tempat sampah di rumah: buah, sayur, ikan, daging, bumbu, juga makanan kemarin, bertumpuk. Amat jarang kini kita menerima teguran keras jika makanan di piring tak licin tandas. Beruntung, semakin banyak tangan kini terulur, rela mengurus "buangan" tak tersentuh, karena tergerak oleh fakta jutaan orang belum bisa makan dengan layak. T ahun 2017, Indonesia dinobatkan sebagai pembuang makanan terbesar nomor dua sedunia berdasarkan Food Sustainability Index yang dikembangkan The Economist Intelligence Unit. Satu orang membuang hingga 300 kilogram makanan setiap tahun.  "Peringkat pertama", menurut data itu, adalah Arab Saudi yang membuang 427 kg makanan per orang per tahun. Ironis, karena di sisi lain, 795 juta orang di dunia ini kelaparan.  Waste4Change, wirausaha sosial pengelolaan sampah, menyebutkan, berdasarkan pengalaman mereka, pesta pernikahan menyumbangkan sampah makanan terbesar. Dengan budaya jorjo...

Hadi Muslih: Mendaur Ulang Ban Bekas Menjadi Mebel

Gambar
Winarto Herusansono Hadi Muslih (47) tidak pernah gelisah dengan produk mebel yang digelutinya sejak 1993. Tak ada yang berniat mencuri seperangkat kursi hitam, kokoh, dan antipecah ini meski mebel itu terpajang di halaman depan bengkelnya. Mebel-mebel kokoh itu ternyata terbuat dari sayatan ban truk trailer yang didaur ulang dan terlihat sangat cocok melengkapi taman atau ruang terbuka. Mebel dari ban bekas itu juga awet serta mampu bertahan 5 tahun hingga 7 tahun. Muslih merupakan pemain tunggal dalam mengelola kerajinan ban bekas yang diberi label Tingkir Ban. Dia memanfaatkan limbah ban untuk pelestarian lingkungan. "Kursi dan meja itu terbentuk seluruhnya dari jalinan ban bekas. Tidak ada penopang kayu atau besi sebagai alat penyangganya. Jadi, kursi dan meja buatan saya 100 persen menggunakan bahan ban truk besar. Untuk merekatkannya paling hanya dikuatkan dengan paku saja," tutur Muslih, pria asal Tegal yang lama tinggal di Salatiga, awal November 2018...

PERTANIAN: Rimbun Sayur yang Mengubah Citra Kampung

Gambar
Oleh IRMA TAMBUNAN Ratusan batang sawi sendok atau pakcoi di pekarangan rumah Kaltum (47) belum memasuki masa panen. Namun, semua sudah habis dipesan. Dalam pekan ini saja, dua kali pedagang sayur menyambanginya. " T ernyata laris. Banyak yang sudah antre memesan hingga panen berikutnya," ujar Kaltum, Selasa (30/5). Hamparan sayur dalam pot-pot kecil dari gelas minuman bekas itu memang tampak menggoda. Daunnya lebar dan hijau segar. Dengan metode hidroponik, tanaman tidak hanya tumbuh sehat, tetapi juga lebih cepat. Dalam 25 hingga 30 hari, pakcoi sudah bisa dipanen. Sementara dengan penanaman konvensional di atas tanah dibutukan waktu 35 hari. Nilai jualnya pun lebih tinggi. Pasar swalayan di Kota Jambi menjual pakcoi biasa seharga Rp 30.000 per kilogram, sedangkan pakcoi hidroponik Rp 40.000 per kilogram. Sayuran di pekarangan Kaltum laris dipesan untuk memasok sejumlah pasar swalayan besar. Hidroponik populer belakangan di tengah kondisi kian menyusutnya lahan p...

Pajri Tibak: Bank Sampah untuk Kebaikan Bersama

Gambar
OLEH MEGANDIKA WICAKSONO Setiap kali melihat warga membuang sampah di tepi jalan dan sungai, Pajri Tibak prihatin dan gelisah. Ia berusaha menghentikan kebiasaan buruk itu dengan menyodorkan bank sampah. Warga bisa menukarkan sampahnya dengan pulsa, listrik, atau rupiah. Usaha kerasnya yang berliku akhirnya berbuah manis. P ukul 13.00, hujan yang mengguyur Sampit sejak pagi baru saja reda. Meski mobil bak terbukanya sempat mogok, Pajri Tibak (27) tetap bersemangat menjemput sampah para nasabah Bank Sampah Sadar Lingkungan (BSSL). Ditemani Husnul Kotimah (37), sang kakak, dan Fitriyati (37), salah satu petugas bank sampah, Pajri mengisi penuh bak mobil dengan sekitar 300 kilogram sampah. "Melalui bank sampah ini, saya ingin mengajak warga memilih sampah dan peduli terhadap lingkungan," kata Pajri, perintis dan pengelola BSSL, saat ditemui di kediamannya sekaligus lokasi BSSL di Jalan Kenan Sandan, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Sampit, Kabupaten Kotawa...

Perca Jadi Suvenir Premium

Gambar
OLEH IRMA TAMBUNAN Bertahun-tahun membangun usaha di dunia kuliner, Sheika Naning (48) akhirnya tertambat pada lembaran-lembaran kain perca. Setiap kali melihat tumpukan perca, otak Naning langsung berputar cepat. Ide-ide liar berseliweran ingin mengubahnya menjadi berbagai jenis kerajinan tangan. D i tangan Naning, kerajinan yang berbahan dasar dari sisa-sisa jahitan pakaian berubah menjadi produk bernilai premium, mulai dari tas kasual hingga tas pesta, bungkus laptop, dompet, boneka "Anak Rimba", ataupun pakaian. Dari setumpukan limbah tak bernilai jual, ia mengolahnya menjadi buah karya berharga sampai ratusan ribu rupiah.  Kecintaan mengolah perca batik tumbuh tanpa sengaja. Ia semula menjalankan katering yang telah digeluti sejak lulus dari Akademi Kejuruan Kewanitaan Tarakanita, tahun 1990-an. Namun, suaminya, Deni Widarma (almarhum), kerap protes karena hampir setiap hari Naning sudah pergi ke pasar sejak pukul 03.00 untuk mengurusi pesanan masakan. Wakt...

Meraup Untung dari Rempah

Gambar
OLEH REGINA RUKMORINI Berawal dari kesukaan dan kebiasaan menggunakan beragam rempah di masa kecil, Anastasia Linda Sulasmijatini (46) kini mengembangkan bisnis usaha 60 jenis produk kecantikan dan kesehatan berbahan rempah tradisional alami. Kini dari usahanya itu, dia mampu meraup omzet Rp 20 juta hingga Rp 25 juta per bulan. L inda menjalankan bisnis usaha produk kecantikan di Solo, Jawa Tengah. Dia memulainya sendirian, tetapi kini dibantu lima karyawan. Dia sama sekali tak punya latar belakang pendidikan farmasi ataupun soal pengobatan. Semuanya secara otodidak, berbekal dari pengalaman semasa kecil, pengetahuan, dan informasi dari orang tua, orang-orang desa, dan setiap orang yang dikenalnya tentang khasiat berbagai macam tanaman empon-empon  (bahan baku jamu). Semuanya dilengkapi dengan pengetahuan dari buku. Linda memulai usaha hanya dengan modal Rp 80.000. Sekalipun sebelumnya sudah terbiasa menikmati minuman tradisional racikan ibu ataupun buatan sendiri, dia me...

Hidup Bugar hingga Lansia

Tidak sedikit orang yang kesulitan menerapkan pola hidup dan pola makan sehat. Padahal, kedua hal ini merupakan investasi masa depan yang sangat penting dilakukan. Jika saja sedari muda sudah diterapkan secara disiplin, niscaya masa tua akan tetap produktif tanpa merasakan penurunan kualitas hidup yang berarti. MENURUT seorang pakar kesehatan, setidaknya ada lima hal yang harus dilakukan untuk menjalankan gaya hidup sehat, yaitu mengonsumsi makanan sehat, menjadikan olahraga sebagai kegiatan rutin harian, mencukupkan istirahat, memiliki pikiran yang sehat, serta menjalankan aktivitas sehat. Bagi sebagian orang, konsumsi makanan sehat dianggap kurang nikmat. Padahal, tidak selamanya seperti itu. Ingatlah, investasi makanan yang Anda konsumsi akan dituai pada kemudian hari. Oleh karena itu, jika ingin menerapkan hidup sehat dalam keseharian, ada prinsip sehat yang harus dilakukan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengganti karbohidrat yang selama ini Anda konsumsi menjad...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...