Postingan

Menampilkan postingan dengan label FIGUR

Aryani Widagdo: Mendesain Pakaian Bebas Sampah

Gambar
Nina Susilo/Agnes Swetta Pandia Aryani Widagdo (71) mendorong banyak orang untuk mendesain pakaian yang minim sampah. Setelah puluhan tahun menekuni dunia mode, dia mendirikan Aryani Widagdo Creativity Nest yang bergerak di bidang riset, pendidikan mode, dan seni menjahit. Pandemi Covid-19 yang membatasi gerak hampir semua orang tidak menghentikan langkah Aryani. Aktivitas berbagi ilmu dari Aryani Creativity Nest di Surabaya, Jawa Timur, malah semakin luas dengan pelatihan secara daring. Aryani mengadakan pelatihan menjahit pakaian dengan cara zero waste fashion design (desain pakaian bebas sampah). Cara menjahitnya menggunakan pola tanpa rongga sehingga tidak menyisakan kain. Kalaupun tersisa hanya sedikit sekali, berupa benang-benang. Dengan cara ini, pakaian yang dihasilkan bebas sampah dan lebih ramah lingkungan. Aryani juga menggunakan kain tradisional, seperti lurik, batik, atau kain linen dari serat alami. Awalnya, dia mengajar dengan menggunakan pola karya desainer dari Patric...

Lo Siauw Ging: Mengabdi untuk Kemanusiaan

Gambar
Erwin Edhi Prasetya Semangat melayani dan mengobati pasien masih menyala-nyala dalam diri dokter Lo Siauw Ging. Walaupun usianya sekarang menginjak 84 tahun, dokter tanpa tarif di Kota Solo, Jawa Tengah, ini masih ingin terus mengabdikan diri untuk kemanusiaan. " S elama saya masih bisa, saya akan terus bekerja," ujar dr Lo Siauw Ging MARS di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo, Jawa Tengah, Kamis (14/3/2019). Selain praktik di RS Kasih Ibu, dr Lo juga membuka praktik dokter umum di rumahnya di Jalan Jagalan No 27 Solo, setiap Senin-Sabtu pukul 16.00-20.00. Di usianya yang sudah senja ini, dr Lo masih melayani 20-30 pasien per hari. Ketika masih muda dulu, pasiennya bisa mencapai 100 orang sehari. "Pasien tentu sudah berkurang karena saya sudah tua," ujarnya. Dr Lo tidak pernah menetapkan tarif kepada pasiennya. Pasien dari kalangan masyarakat miskin tak dimintai bayaran sama sekali. Tidak hanya menggratiskan mereka, bahkan Lo juga menebus tagihan obat pasi...

Petrus Mehan: Memuliakan Lingkungan melalui Anakan Tanaman

Gambar
Tenda beratapkan daun kelapa dengan ketinggian 2 meter membentang seluas 5.000 meter persegi. Di bawah naungan tenda itu terdapat 35.000 anakan pohon dari 27 jenis tanaman, baik tanaman perkebunan, tanaman kehutanan, maupun tanaman hias. Anakan tanaman itu bakal menyebar di sembilan kabupaten di daratan Pulau Flores sampai Pulau Sumba dan Pulau Timor. OLEH KORNELIS KEWA AMA D alam setiap proyek penghijauan dan reboisasi di Nusa Tenggara Timur, ribuan anakan tanaman yang dibudidayakan Petrus Mehan sejak 1992 inilah yang digunakan. Ia memulainya pasca tsunami di Maumere dan sekitarnya. Ketika itu, ia memperhatikan hampir sebagian kawasan hutan di Maumere rusak parah akibat gempa bumi berkekuatan 6,5 skala Richter disertai tsunami. Pulau-pulau kecil di depan Maumere dan sekitarnya, seperti Pulau Babi, Pulau Pangabatang, dan Pulau Sukun, pun ikut rusak. Dijumpai di Kelurahan Baumekot, Kecamatan Kangae, 15 kilometer arah timur Maumere, Sabtu (5/12), Mehan tengah duduk memperbaiki a...

Vania Santoso: Mengolah Sampah, Menghargai Manusia

Gambar
OLEH AGNES RITA SULISTYAWATY Sampah menjadi perhatian Vania Santoso (23) sejak 10 tahun silam. Ketekunan dan kegigihan mewujudkan mimpi membuatnya bisa merealisasikan bank sampah di Jemursari, Surabaya, serta tas berbahan daur ulang. Kini, usaha itu menghidupi dirinya berikut 10 anggota timnya. B erbagai penghargaan nasional dan internasional diperoleh Vania sejak di bangku SMP hingga kini, sebagai hasil konsistensinya mengurangi sampah. Tahun ini, Vania beserta tas merek Startic mendapatkan sejumlah penghargaan, antara lain menjadi satu dari enam pemenang Young Social Entrepreneur dari Singapore International Foundation, 23 Oktober. Sekilas, tas buatannya menyerupai tas merek ternama yang berbahan kulit sapi. Namun, jangan salah. Bahan baku tas ini memanfaatkan kantung semen yang sudah diolah sehingga penampilannya mirip kulit. Beberapa tas dibuat dengan kombinasi kantong semen dengan kain songket atau kulit sapi. "Dulu, saya dan tim tidak fokus membuat tas. Tas ...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...