Postingan

Menampilkan postingan dengan label energi

Muryani: Inovasi Destilator Sampah Plastik

Gambar
Defri Werdiono Sejak tahun 2009, Muryani (60) yang mengenyam pendidikan sampai kelas 1 SMP berhasil membuat destilator sampah plastik secara otodidak. Sembilan tahun terakhir, dia memproduksi destilator yang mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak sebanyak lebih dari 100 unit. Di tengah panas terik yang menerpa pinggir Kelurahan Wlingi di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis (23/6/2019) siang, Muryani beristirahat sejenak. Dia sedang berada di kantor bank sampah tingkat kelurahan, tepat di sisi makam desa. Sementara itu, di bengkel kerja yang berlokasi tidak jauh dari Muryani berada, salah seorang anaknya, Diding Rulianto, sibuk menyelesaikan destilator pesanan konsumen. Alat itu dibuat secara manual. Dibantu oleh adik kandung Suripto dan Diding, Muryani membutuhkan waktu rata-rata 20 hari untuk membuat sebuah destilator. Satu unit mesin berkapasitas 10 kilogram sampah dijual seharga Rp 30 juta, kapasitas 30 kilogram seharga Rp 55 juta, da...

Cara Benar Menghemat Baterai Ponsel Pintar

Gambar
Baterai ponsel pintar ( smartphone ) Anda sering habis? Padahal, kapasitas baterai Anda sudah besar. Hal ini mengindikasikan ada pengaturan yang mungkin belum dimengerti sehingga menyebabkan baterai menjadi boros. HAL yang biasa para pengguna lakukan adalah menghentikan beberapa aplikasi agar konsumsi baterai menjadi berkurang. Namun, ternyata tidak hanya cara itu yang bisa dilakukan agar ponsel pintar Anda tidak lekas habis. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk bisa menghemat baterai ponsel Anda. Menurunkan tingkat kecerahan Terang atau tidaknya cahaya layar ponsel sangat memengaruhi konsumsi daya ponsel. Semakin cerah layar ponsel, daya baterai akan semakin besar yang digunakan. Atur sendiri sesuai kebutuhan dan jika siang hari aturlah menjadi lebih gelap. Beberapa orang memilih menggunakan fitur otomatis yang mengatur tingkat kecerahan ponsel. Hal tersebut juga akan menguras baterai lebih cepat ketimbang mengatur secara manual. Mematikan sinyal radio tidak pen...

Mencintai Bumi dan Berhemat Energi

Gambar
P ersoalan cadangan energi dan lingkungan yang kian tergerus makin nyata di depan mata. Namun, baru sebagian dari masyarakat yang merespons kondisi tersebut dengan langkah konkret seperti menghemat air dan memanfaatkan energi seefisien mungkin. Terbiasa hidup serba nyaman dengan segala kemudahan yang tersedia memang membuat diri sulit menjadi peka dengan realita dalam konteks yang lebih luas. Terlebih jika selama ini, air di rumah selalu berlimpah ruah, listrik selalu menyala 24 jam, dan tak pernah kehabisan ragam kebutuhan primer lainnya. Kesadaran pun perlu dibangkitkan dari dalam diri dan proses pendidikan anak di rumah menjadi jawaban. Tanpa ada perubahan, niscaya generasi mendatang bisa merasakan kenikmatan yang dirasakan hari ini. Pembaca Klasika Minggu pun berbagi saran dan tips dalam merespons persoalan hemat energi. "Anak-anak sudah mau mengerti, mau diajak berhemat. Mau diajak tertib, mulai dari meminimalkan penggunaan tas kresek, tidak membiasakan memakai t...

Hemat Energi Berawal dari Rumah

Gambar
Sumber: Kompas, 13 Desember 2015

Langkah Kecil Menyelamatkan Bumi

Gambar
PLANET Bumi yang kita tinggali tengah mengalami penderitaan yang luar biasa. Pembabatan hutan terus berlangsung, eksploitasi sumber daya alam besar-besaran, pencemaran air dan udara, semua aktivitas manusia tersebut telah mencederai bumi. Saatnya kita mulai bertindak. Y A , Emisi chlorofluorocarbon (CFC) telah melubangi lapisan ozon yang menjadi pelindung umat manusia dari bahaya radiasi. Sinar matahari yang masuk ke bumi terkungkung efek rumah kaca akibat polusi asap industri, kendaraan, kebakaran hutan, dan sebagainya sehingga menyebabkan pemanasan global. Berbagai kegiatan manusia disadari atau tidak, turut berkontribusi menyebabkan gangguan pada alam. Es di Kutub Utara dan Selatan mencair. Badai, banjir besar, longsor, melanda berbagai kawasan, menyebabkan korban jiwa dan materi. Sebagaimana aksi kecil merusak telah berdampak besar bagi hancurnya keseimbangan alam, diperlukan pula aksi kecil membangun untuk menimbulkan gelombang kesadaran pentingnya menyelamatkan bumi. Ada ...

Kreativitas: Manfaatkan Barang Bekas untuk "Charger"

Gambar
M ENIPISNYA cadangan energi fosil dan isu pemanasan global ( global warming ) membuat berbagai pihak mencari sumber energi alternatif. Melimpahnya cahaya matahari banyak dimanfaatkan menjadi energi alternatif yang dikonversi menjadi listrik.  Seperti yang dilakukan Indri Putri Khaerani (11). Murid kelas IV SDN Baros Mandiri 4 itu memanfaatkan panel sel surya dari kalkulator bekas yang sudah rusak untuk menangkap sinar matahari. "Idenya berawal dari susahnya cari colokan listrik buat mengisi ulang baterai handphone  di sekolah. Saya memang biasa bawa HP biar bisa berkomunikasi sama orang tua kalau mau pulang sekolah dan minta dijemput," ujarnya, Selasa (23/6/2015). Indri lalu melihat sejumlah kalkulator bekas yang sudah tak terpakai di rumahnya. Saat diperiksa dengan AVO meter, energi listrik masih dapat ditangkap dengan panel tersebut. Panel sel surya yang terdapat dalam kalkulator diambil lalu dibuat rangkaian listrik agar bisa menyimpan energi listrik den...

KOTA KENDARI: Membalik "Kutukan" Sampah

Gambar
OLEH MOHAMAD FINAL DAENG Sampah adalah "kutukan" yang dihadapi masyarakat perkotaan di segala penjuru bumi. Namun, khusus Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, kini sudah membalik kutukan itu menjadi berkah karena penerangan dan kebutuhan memasak warga menggunakan energi dari pengolahan sampah. K ampung mungil di pinggiran Kendari itu sepi saat dikunjungi pada Senin (27/4) siang. Rumah-rumah kayu sederhana dengan warna cat seragam putih-biru berderet rapi di tepi jalan. Di salah satu sudut terpampang sebuah spanduk besar bertuliskan "Selamat Datang di Kampung Mandiri Energi". Seperti bunyi spanduk itu, mayoritas warga di kampung yang terdiri dari 126 rumah tersebut sudah tak pusing lagi akan urusan energi untuk keperluan masak dan penerangan. Hal itu berkat "tambang" gas metana (CH4) yang terletak tak jauh dari kampung. Kampung Mandiri Energi berlokasi sekitar 500 meter dari kompleks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puuwatu di Kecamatan Puuwatu, K...

Dari Sekam Datangnya Listrik

Gambar
Sekam padi, yang di sini hanya jadi abu gosok, ternyata bisa menjadi energi pembangkit listrik. Pembangkit model ini sudah dicoba di Thailand. Kapan masuk Indonesia? S EKAM padi boleh jadi akan menjadi barang penting, di masa mendatang. Soalnya, sudah terbukti limbah itu bisa menjadi energi untuk pembangkit listrik. Kini di pedalaman Thailand sudah beroperasi dua pembangkit listrik model itu, dan setiap pembangkit menghasilkan listrik 38 megawatt (MW). Dari jumlah itu, 10 MW digunakan untuk penerangan, dan selebihnya untuk menggerakkan mesin tapioka, pabrik pulp, penggilingan padi, serta untuk menjalankan mesin pembangkit listrik itu sendiri. Ihwal pembangkit listrik tenaga sekam ini muncul dalam seminar Power Gen-Asia '93 , yang berlangsung di Singapura, dua pekan lalu. Tentu saja sekam tak akan mampu bersaing dengan pembangkit energi semacam diesel, batu bara, air terjun, atau panas bumi. Sebab, energi yang dihasilkannya kecil saja. Namun, di desa-desa negeri agraris sep...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...