Postingan

Menampilkan postingan dengan label makanan

KETAHANAN PANGAN: Sumber Pangan Lokal Dayak Terancam Alih Fungsi Lahan

Gambar
KASONGAN, KOMPAS -- Pangan lokal menjadi kunci ketahanan pangan masyarakat Dayak. Baik penyedap makanan maupun sumber karbohidrat bisa didapat dari hutan dan sungai yang saat ini kian terancam. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, khususnya di tiga desa, yakni Desa Tewang Karangan, Dhian Tunggal, dan Desa Tumbang Lawang, masyarakat sangat bergantung pada hutan dan ladang di sekitar rumah. Mereka menerapkan sistem pertanian tumpang sari, di mana ladang padi ditanami sayuran. Di tiga desa itu ibu-ibu memanen sayur dan mencari bumbu masakan di hutan sekunder. Sementara kaum laki-laki mencari ikan di Sungai Katingan. "Ada daun sepang untuk penyedap rasa. Kami tidak menggunakan micin di sini," kata Utami Dewi (36), warga Dahian Tunggal, Rabu (10/4/2019). Sementara di Desa Tumbang Lawang, ibu-ibu membuat sayuran dari buah sirsak muda, pisang muda, dan banyak lagi. Sayuran itu mampu memenuhi karbohidrat dan protein untuk pengganti nasi. "Kalau tidak ada beras, maka...

Berkah Makanan Berlebih

Gambar
Sejuta kata makanan tidak akan pernah mengenyangkan, begitu kata Tan Malaka. Tanpa tindakan nyata tak akan mengubah apa pun. Sebagian anak negeri berinisiatif mengumpulkan makanan berlebih untuk didonasikan kepada kalangan yang membutuhkan. Nasib makanan pun terselamatkan dari akhir di tong sampah. SAIFUL RIJAL YUNUS/AMBROSIUS HARTO/FRANSISCA ROMANA R amai celoteh anak rerata berumur 10 tahun terdengar dari sebuah rumah di kawasan Pademangan, Jakarta Utara, Minggu (10/3/2019) sore. Mereka tertawa, berteriak, saling ganggu, dan bermain dengan asyik. Bising suara mereka terdengar hingga keluar. Tetangga yang rumahnya berdempetan mengintip dengan senyum dari gang kecil yang hanya bisa dilalui satu motor. Suasana heboh mendadak surut saat sekitar 30 anak ini diarahkan untuk duduk rapi. Mereka berjejer memenuhi ruang tengah rumah yang juga Sekretariat Yayasan Kemah Kasih, rumah singgah tempat belajar karakter dan berbagai hal lain di kawasan padat penduduk ini. E...

MAKANAN BERLEBIH: Jangan Buang-buang Makananmu ....

Gambar
Kita membuang terlalu banyak makanan. Coba cek tempat sampah di rumah: buah, sayur, ikan, daging, bumbu, juga makanan kemarin, bertumpuk. Amat jarang kini kita menerima teguran keras jika makanan di piring tak licin tandas. Beruntung, semakin banyak tangan kini terulur, rela mengurus "buangan" tak tersentuh, karena tergerak oleh fakta jutaan orang belum bisa makan dengan layak. T ahun 2017, Indonesia dinobatkan sebagai pembuang makanan terbesar nomor dua sedunia berdasarkan Food Sustainability Index yang dikembangkan The Economist Intelligence Unit. Satu orang membuang hingga 300 kilogram makanan setiap tahun.  "Peringkat pertama", menurut data itu, adalah Arab Saudi yang membuang 427 kg makanan per orang per tahun. Ironis, karena di sisi lain, 795 juta orang di dunia ini kelaparan.  Waste4Change, wirausaha sosial pengelolaan sampah, menyebutkan, berdasarkan pengalaman mereka, pesta pernikahan menyumbangkan sampah makanan terbesar. Dengan budaya jorjo...

BERKEBUN DI LAHAN SEMPIT

Gambar
FOTO & TEKS : ARIF HIDAYAH/"PR" P ERNAHKAH terpikir untuk bercocok tanam, tapi urung karena tidak memiliki tanah luas? Tak punya sawah atau kebun? Seiring dengan perkembangan zaman, menanam sayuran kini bisa dilakukan kapan dan di mana pun. Dengan sistem hidroponik, siapa saja bisa bercocok tanam sayuran seperti pakcoy, brokoli, sawi, kailan, bayam, kangkung, tomat, bawang, bahkan stroberi. Tentunya dengan memanfaatkan halaman rumah atau apartemen yang terbatas. Hidroponik merupakan salah satu media tanam tanpa menggunakan tanah sebagai pertumbuhan tanaman. Tanaman hidroponik bisa dilakukan skala kecil di rumah sebagai suatu hobi ataupun secara besar-besaran dengan tujuan komersial. Beberapa kelebihan tanaman hidroponik antara lain ramah lingkungan karena mengolahnya tidak perlu menggunakan mesin dan penggunaan air hanya 1/20 dari tanaman biasa. Pertumbuhan tanaman lebih cepat dan kualitas hasil tanaman dapat terjaga. Euis Wangsih (49) contohnya, di ...

Shailene Woodley: Kaldu dari Tulang

Gambar
P EMERAN  Beatrice "Tris" Prior dalam film layar lebar, "The Divergent" dan sekuelnya, "Insurgent", Shailene Woodley  (23) mengungkapkan selera diet terbarunya, yaitu memasak sendiri makanannya dengan menggunakan kaldu dari tulang. Aktris cantik yang tengah naik daun ini memang dikenal memiliki gaya hidup alternatif. "Kedengarannya memang aneh. Akan tetapi, jika Anda makan steak, akan tersisa tulangnya. Anda sebaiknya menghormati hewan tersebut dengan memanfaatkan juga tulangnya," tuturnya kepada MTV News sebagaimana dikutip laman eonline.com. Ia pun mengungkapkan cara membuat kaldu dari tulang. "Masak tulang bersama air dalam kuali selama 24 jam. Tambahkan sedikit sari cuka apel, bawang merah, dan bawang putih. Oh, rasanya benar-benar lezat. Anda juga bisa mencampurkan minyak kelapa untuk menambah cita rasanya," tuturnya. Perempuan kelahiran Simi Valley, California, Amerika Serikat ini juga sangat peduli dengan lingkungan. ...

Baju Ultah Happy dan Sayur Daur Ulang

Gambar
HAPPY lagi sibuk mikirin baju buat ultah. Untungnya Happy termasuk anak orang berada, maksudnya berada di mana-mana (abis sering keluyuran sih! hehehe), so jadinya tu anak punya duit untuk beli baju ultah yang keren. Happy yang punya body agak subur kayak tambur, udah dari kemaren kasak-kusuk ngomongin baju ultah. Hari ini dia cerita lagi ke Uwi, padahal Uwi udah hampir sepuluh kali ngedengerin cerita soal niat Happy beli baju. "Pada suatu hari, adalah seorang putri bernama Happy ...," Happy memulai ceritanya lagi. "Lalu putri itu kena kutuk sehingga badannya jadi gendut kayak bola bekel!" sambung Uwi konyol. Happy merengut. "Iya, iya, sori deh. Lagian kamu mau cerita soal baju aja pake ngomong pada suatu hari segala," ujar Uwi. "Udah deh, cepetan!" "Oke. Saya langsung aja. Setelah saya pikir-pikir, kayaknya saya mau beli baju ultah yang sensual!" kata Happy sambil mengembangkan senyumnya. "Sensual?...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...