Postingan

Pajri Tibak: Bank Sampah untuk Kebaikan Bersama

Gambar
OLEH MEGANDIKA WICAKSONO Setiap kali melihat warga membuang sampah di tepi jalan dan sungai, Pajri Tibak prihatin dan gelisah. Ia berusaha menghentikan kebiasaan buruk itu dengan menyodorkan bank sampah. Warga bisa menukarkan sampahnya dengan pulsa, listrik, atau rupiah. Usaha kerasnya yang berliku akhirnya berbuah manis. P ukul 13.00, hujan yang mengguyur Sampit sejak pagi baru saja reda. Meski mobil bak terbukanya sempat mogok, Pajri Tibak (27) tetap bersemangat menjemput sampah para nasabah Bank Sampah Sadar Lingkungan (BSSL). Ditemani Husnul Kotimah (37), sang kakak, dan Fitriyati (37), salah satu petugas bank sampah, Pajri mengisi penuh bak mobil dengan sekitar 300 kilogram sampah. "Melalui bank sampah ini, saya ingin mengajak warga memilih sampah dan peduli terhadap lingkungan," kata Pajri, perintis dan pengelola BSSL, saat ditemui di kediamannya sekaligus lokasi BSSL di Jalan Kenan Sandan, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Sampit, Kabupaten Kotawa...

Perca Jadi Suvenir Premium

Gambar
OLEH IRMA TAMBUNAN Bertahun-tahun membangun usaha di dunia kuliner, Sheika Naning (48) akhirnya tertambat pada lembaran-lembaran kain perca. Setiap kali melihat tumpukan perca, otak Naning langsung berputar cepat. Ide-ide liar berseliweran ingin mengubahnya menjadi berbagai jenis kerajinan tangan. D i tangan Naning, kerajinan yang berbahan dasar dari sisa-sisa jahitan pakaian berubah menjadi produk bernilai premium, mulai dari tas kasual hingga tas pesta, bungkus laptop, dompet, boneka "Anak Rimba", ataupun pakaian. Dari setumpukan limbah tak bernilai jual, ia mengolahnya menjadi buah karya berharga sampai ratusan ribu rupiah.  Kecintaan mengolah perca batik tumbuh tanpa sengaja. Ia semula menjalankan katering yang telah digeluti sejak lulus dari Akademi Kejuruan Kewanitaan Tarakanita, tahun 1990-an. Namun, suaminya, Deni Widarma (almarhum), kerap protes karena hampir setiap hari Naning sudah pergi ke pasar sejak pukul 03.00 untuk mengurusi pesanan masakan. Wakt...

Meraup Untung dari Rempah

Gambar
OLEH REGINA RUKMORINI Berawal dari kesukaan dan kebiasaan menggunakan beragam rempah di masa kecil, Anastasia Linda Sulasmijatini (46) kini mengembangkan bisnis usaha 60 jenis produk kecantikan dan kesehatan berbahan rempah tradisional alami. Kini dari usahanya itu, dia mampu meraup omzet Rp 20 juta hingga Rp 25 juta per bulan. L inda menjalankan bisnis usaha produk kecantikan di Solo, Jawa Tengah. Dia memulainya sendirian, tetapi kini dibantu lima karyawan. Dia sama sekali tak punya latar belakang pendidikan farmasi ataupun soal pengobatan. Semuanya secara otodidak, berbekal dari pengalaman semasa kecil, pengetahuan, dan informasi dari orang tua, orang-orang desa, dan setiap orang yang dikenalnya tentang khasiat berbagai macam tanaman empon-empon  (bahan baku jamu). Semuanya dilengkapi dengan pengetahuan dari buku. Linda memulai usaha hanya dengan modal Rp 80.000. Sekalipun sebelumnya sudah terbiasa menikmati minuman tradisional racikan ibu ataupun buatan sendiri, dia me...

Hidup Bugar hingga Lansia

Tidak sedikit orang yang kesulitan menerapkan pola hidup dan pola makan sehat. Padahal, kedua hal ini merupakan investasi masa depan yang sangat penting dilakukan. Jika saja sedari muda sudah diterapkan secara disiplin, niscaya masa tua akan tetap produktif tanpa merasakan penurunan kualitas hidup yang berarti. MENURUT seorang pakar kesehatan, setidaknya ada lima hal yang harus dilakukan untuk menjalankan gaya hidup sehat, yaitu mengonsumsi makanan sehat, menjadikan olahraga sebagai kegiatan rutin harian, mencukupkan istirahat, memiliki pikiran yang sehat, serta menjalankan aktivitas sehat. Bagi sebagian orang, konsumsi makanan sehat dianggap kurang nikmat. Padahal, tidak selamanya seperti itu. Ingatlah, investasi makanan yang Anda konsumsi akan dituai pada kemudian hari. Oleh karena itu, jika ingin menerapkan hidup sehat dalam keseharian, ada prinsip sehat yang harus dilakukan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengganti karbohidrat yang selama ini Anda konsumsi menjad...

Menanam Tanpa Perlu Lahan

Gambar
Apa jadinya ketika stok pangan tak sebanding dengan kebutuhan warga? Food crash. Hal ini sempat terjadi di Venezuela. Penduduk negara dengan GDP per kapita lebih tinggi dibandingkan Indonesia ini harus mengantre membeli bahan makanan hingga berjam-jam. Mereka memiliki uang, tetapi tak ada bahan makanan yang bisa dibeli. MUHAIMIN Iqbal selaku pendiri iGrow menuturkan, Lembaga Riset Internasional, McKinsey Global Institute memprediksi pada 2030, sekitar 7 dari 10 penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan. Bahkan, pada 2045, jumlah penduduk yang tinggal di perkotaan akan bertambah hingga mencapai 85 persen. Seperti kita tahu, problem masyarakat di perkotaan yaitu makanan. Sekarang saja kita mengimpor beberapa jenis makanan. Bayangkan apa yang akan terjadi ketika semakin banyak orang yang tinggal di perkotaan? Fakta lainnya, lahan pertanian kini semakin menyempit. Penduduk semakin bertambah. Hal tersebut secara tak langsung menyebabkan produktivitas lahan menjadi menurun. ...

Meraup Rezeki dari Cacing Tanah

Gambar
B agi sebagian orang, cacing tanah dipandang sebelah mata. Fungsinya tidak lebih sebagai umpan untuk memancing atau pakan ternak. Namun, di tangan mereka yang jeli, hewan tanpa tulang yang juga hemafrodit ini menjadi sumber penghasilan yang lumayan. Bahkan ada yang telah bertahun-tahun menekuninya hingga berdiri sebuah perusahaan yang menghasilkan produk cacing olahan. Orang awam yang baru pertama kali datang pasti tak mengira jika di balik hamparan tanah yang menghitam di atas terpal plastik dan ditumbuhi oleh ribuan tanaman tomat muda itu, tersimpan ratusan kilogram cacing tanah ( Lumbricus terrestris ). Hewan hemafrodit berbagai ukuran inilah yang tiga tahun terakhir diternak oleh Sungkono (56), warga Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Begitu tanah yang mirip kompos itu dibalik, barulah terlihat cacing-cacing kemerahan menggeliat. Sungkono sendiri menggunakan media pelihara terbuat dari serbuk gergaji yang biasa dipakai sebagai media tanam jamur (log ja...

Harapan dari Sulam Perca

Gambar
OLEH DAHLIA IRAWATI Belajarlah meraih sesuatu yang besar dengan memulai mengerjakan hal-hal kecil. Prinsip itu diterapkan Yuli Masruroh (57), perajin-sulam-rajut kain perca asal Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dari lembar-lembar kain perca, Yuli merajut dan menyulamnya menjadi kerajinan tangan bernilai seni tinggi. K erajinan sulaman dan rajutan karya Yuli pernah dikenakan istri wali kota, bupati, dan juga dibeli Wakil Presiden Jusuf Kalla. Karya itu juga dibeli konsumen mancanegara, antara lain dari Malaysia, Vietnam, Kanada, dan India. Selain membeli karya Yuli di sejumlah pameran di Jakarta, konsumen luar negeri juga membeli produk kerajinan tangan buatan ibu tiga anak tersebut saat dipamerkan di negara mereka. Bulan depan, Yuli dijadwalkan kembali berpameran di Romania. Di sejumlah pameran, produk kerajinan karya Yuli yang paling laris diburu orang terutama adalah produk-produk seperti bros. Selain karena harganya relatif murah, produk seperti itu kerap dibe...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...