Postingan

Vania Santoso: Mengolah Sampah, Menghargai Manusia

Gambar
OLEH AGNES RITA SULISTYAWATY Sampah menjadi perhatian Vania Santoso (23) sejak 10 tahun silam. Ketekunan dan kegigihan mewujudkan mimpi membuatnya bisa merealisasikan bank sampah di Jemursari, Surabaya, serta tas berbahan daur ulang. Kini, usaha itu menghidupi dirinya berikut 10 anggota timnya. B erbagai penghargaan nasional dan internasional diperoleh Vania sejak di bangku SMP hingga kini, sebagai hasil konsistensinya mengurangi sampah. Tahun ini, Vania beserta tas merek Startic mendapatkan sejumlah penghargaan, antara lain menjadi satu dari enam pemenang Young Social Entrepreneur dari Singapore International Foundation, 23 Oktober. Sekilas, tas buatannya menyerupai tas merek ternama yang berbahan kulit sapi. Namun, jangan salah. Bahan baku tas ini memanfaatkan kantung semen yang sudah diolah sehingga penampilannya mirip kulit. Beberapa tas dibuat dengan kombinasi kantong semen dengan kain songket atau kulit sapi. "Dulu, saya dan tim tidak fokus membuat tas. Tas ...

Kreativitas: Manfaatkan Barang Bekas untuk "Charger"

Gambar
M ENIPISNYA cadangan energi fosil dan isu pemanasan global ( global warming ) membuat berbagai pihak mencari sumber energi alternatif. Melimpahnya cahaya matahari banyak dimanfaatkan menjadi energi alternatif yang dikonversi menjadi listrik.  Seperti yang dilakukan Indri Putri Khaerani (11). Murid kelas IV SDN Baros Mandiri 4 itu memanfaatkan panel sel surya dari kalkulator bekas yang sudah rusak untuk menangkap sinar matahari. "Idenya berawal dari susahnya cari colokan listrik buat mengisi ulang baterai handphone  di sekolah. Saya memang biasa bawa HP biar bisa berkomunikasi sama orang tua kalau mau pulang sekolah dan minta dijemput," ujarnya, Selasa (23/6/2015). Indri lalu melihat sejumlah kalkulator bekas yang sudah tak terpakai di rumahnya. Saat diperiksa dengan AVO meter, energi listrik masih dapat ditangkap dengan panel tersebut. Panel sel surya yang terdapat dalam kalkulator diambil lalu dibuat rangkaian listrik agar bisa menyimpan energi listrik den...

Biopestisida: Pengendali Hama Ramah Lingkungan

Gambar
PENGGUNAAN pestisida sudah tidak dapat dipisahkan dari produksi pertanian saat ini. Petani percaya bahwa pestisida merupakan obat tanaman. D ENGAN menggunakan pestisida yang intensif dan dosis tinggi, tanaman dapat terhindar dari organisme pengganggu tumbuhan, bahkan mereka mencampurkan berbagai pestisida tanpa mengetahui OPT (organisme pengganggu tanaman) sasaran dengan konsentrasi tinggi. Dampaknya, terjadi resistensi OPT, peledakan hama baru, penumpukan residu bahan kimia dalam hasil panen, terbunuhnya musuh alami, pencemaran lingkungan oleh residu bahan kimia, dan kecelakaan bagi pengguna. Okke Rosmaladewi, doktor bidang Ilmu Pertanian dari Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung mengadakan penelitian tentang biopestisida dalam pelaksanaan budi daya tanaman hortikultura ramah lingkungan. Biopestisida adalah pestisida alami yang bahan dasarnya berasal dari bahan hidup dan mudah didapat. Salah satu biopestisida terbuat dari tanaman sehingga disebut pestisida nabati. Pesti...

Pekarangan untuk Ketahanan Pangan

Gambar
S ECARA global, daya beli yang semakin lemah jelas akan memengaruhi ketahanan pangan. Oleh karena itu, berbagai langkah pun dilakukan oleh pemerintah untuk mempertahankan ketersediaan dan akses masyarakat terhadap bahan pangan, di antaranya pemanfaatan pekarangan untuk budi daya tanaman pangan. Salah satu yang menggagas hal tersebut adalah Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Bandung. Sejak beberapa tahun lalu, instansi tersebut sudah menularkan penanaman berbagai jenis tanaman pangan dengan media polybag . Tidak hanya sayuran dan buah-buahan, tanaman padi yang menjadi makanan pokok masyarakat tanah Jawa pun mulai dibudidayakan dalam media tersebut. Kepala Distanbunhut Kabupaten Bandung Tisna Umaran mengatakan, saat ini pihaknya sudah memelopori pembudidayaan hampir seluruh jenis tanaman pangan dalam polybag  di pekarangan. "Kami contohkan lebih dulu di pekarangan kantor Distanbunhut dan kemudian menyebar ke kantor pekarangan dinas lain di lingku...

AIR HUJAN RASA URBAN

Gambar
OLEH MAWAR KUSUMA & REGINA RUKMORINI Karena keadaan yang memaksa, warga desa sejak dulu terbiasa mengonsumsi air hujan. Tetapi belakangan para peminum air hujan meluas sampai ke kota seperti Jakarta. Masyarakat urban memperlakukan air jatuhan langit itu sebagai bagian dari gaya hidup sehat. D ari mulut ke mulut, konsumen air hujan yang disetrum menyebar ke sejumlah daerah, seperti Muntilan, Jawa Tengah; DI Yogyakarta; hingga luar Jawa, seperti Papua, Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan. Salah satu yang jatuh cinta pada air hujan terelektrolisis buatan sendiri di Jakarta adalah putri mantan presiden Abdurrahman Wahid, Inayah Wahid. "Saya sampai kaget karena ibu saya berpesan, jangan lupa habis shalat baca alhamdulillah banyak-banyak. Dikasih jalan lewat air hujan, insya Allah bisa sembuh, harus banyak bersyukur. Padahal, saya pikir ibu saya enggak peduli hal-hal kayak gini . Ibarat doa yang kejawab ," kata Inayah tentang konsumsi air hujan terionisasi itu.  ...

KOTA KENDARI: Membalik "Kutukan" Sampah

Gambar
OLEH MOHAMAD FINAL DAENG Sampah adalah "kutukan" yang dihadapi masyarakat perkotaan di segala penjuru bumi. Namun, khusus Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, kini sudah membalik kutukan itu menjadi berkah karena penerangan dan kebutuhan memasak warga menggunakan energi dari pengolahan sampah. K ampung mungil di pinggiran Kendari itu sepi saat dikunjungi pada Senin (27/4) siang. Rumah-rumah kayu sederhana dengan warna cat seragam putih-biru berderet rapi di tepi jalan. Di salah satu sudut terpampang sebuah spanduk besar bertuliskan "Selamat Datang di Kampung Mandiri Energi". Seperti bunyi spanduk itu, mayoritas warga di kampung yang terdiri dari 126 rumah tersebut sudah tak pusing lagi akan urusan energi untuk keperluan masak dan penerangan. Hal itu berkat "tambang" gas metana (CH4) yang terletak tak jauh dari kampung. Kampung Mandiri Energi berlokasi sekitar 500 meter dari kompleks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puuwatu di Kecamatan Puuwatu, K...

Soekarno & Mandela Melepas Perjalanan

Gambar
Pengantar: Wartawan HU "Pikiran Rakyat" Yusuf Wijanarko  melakukan perjalanan solo bertajuk Mapay Jabar. Berbeda dengan perjalanan biasa, petualangan kali ini dilakukan dengan mengelilingi Jawa Barat sembari memanfaatkan tumpangan gratis dari masyarakat. Perjalanan ditekankan pada prosesnya seraya memotret kehidupan masyarakat yang ditemui dengan sudut pandang sedekat mungkin. S ERUPA penyesalan, arti sebuah perbuatan juga baru didapati pada akhir. Entah apa tujuan perjalanan ini tapi setidaknya ada dua hal mendasar yang ingin dijawab. Pertama, benarkah kegiatan berwisata menikmati keindahan surgawi alam Indonesia--atau setidaknya Jawa Barat--hanya milik masyarakat dengan strata ekonomi menengah ke atas? Sebab, butuh pengorbanan waktu terutama biaya yang tak sedikit sehingga hanya mereka yang berpenghasilan besarlah yang dapat berlibur. Lain soal dengan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Bagi mereka, berlibur dan bepergian masih tergolong sesuatu yang ter...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...