Postingan

Hujan, Alternatif Air Bersih

Gambar
BANDUNG, (PR).- Untuk menyiasati keterbatasan air tanah, masyarakat bisa mulai memanen air hujan sebagai alternatif sumber air bersih. Dengan curah hujan rata-rata 150 mm/bulan, air hujan menjadi alternatif sumber air bersih potensial di Indonesia. Beberapa waktu lalu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, keberadaan air tanah di Kota Bandung menuju kritis setidaknya pada lima tahun mendatang. Kondisi ini diperparah dengan masih buruknya kualitas air baku dari Sungai Citarum dan anakannya, Sungai Cikapundung, untuk digunakan masyarakat. "Dari latar belakang itulah, beberapa solusi untuk mencari sumber air bersih alternatif mulai dicari. Salah satunya dari air hujan yang merupakan air baku yang paling mudah diolah. Mengingat tetesan air hujan tersebar ke mana-mana, maka diperlukan suatu mekanisme untuk memanen atau mengumpulkannya ke dalam sebuah reservoir untuk diolah menjadi air bersih," ujar Ketua Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pasundan Yonik Meilawati Yu...

TIPS KELUARGA ECO-FRIENDLY: Pentingnya Peran Ibu

Gambar
Perilaku cinta lingkungan alias green living  bisa dimulai dari keluarga. Mulai dari pemilahan sampah rumah tangga, penggunaan air yang bijak, serta penghematan daya listrik. S udah lama Egi Sutjiati (47) menaruh perhatian pada masalah lingkungan. Ia suka melihat rumput hijau, air bersih, taman kota, dan lingkungan asri yang tertata rapi. Namun, ia mengaku tak bisa berbuat banyak untuk mengubah lingkungan. Yang bisa ia lakukan, "Saya memulai pola hidup go green  dari rumah. Kebetulan saya pernah menghadapi masalah sampah di lingkungan tempat tinggal saya di Jatimurni, Bekasi," kisah Egi, pemerhati lingkungan.  Egi menceritakan, beberapa tahun lalu penggunaan bak sampah belum begitu banyak di lingkungan tempat tinggalnya. Untuk memberi contoh kepada warga sekitar, ia lalu sengaja membuat bak sampah di depan rumahnya dengan ukuran cukup besar, yaitu panjang, lebar, dan tinggi masing-masing 1 meter. "Sebenarnya, sampah rumah tangga tidak begitu banyak. Tapi, kok...

CERITA PARA PEJUANG LINGKUNGAN: Gerakan Hijau Tak Hanya Semboyan

Gambar
Lewat lingkungan terkecil, mereka berjuang mengelola lingkungan menjadi lebih baik. Hasil manis pun berhasil dipetik. Tempat tinggal mereka pun jadi lebih hijau dan segar. RITA PUNTO Bidik Anak-anak T iga tahun lalu, Rita Punto (39) merintis Wahana Hijau Hayati (WHH) di tempat tinggalnya di sebuah kampung di Jatisari, Bekasi. "Saya pikir gerakan go green bisa dimulai di lingkungan terkecil, yaitu tempat saya tinggal," kisah Rita. Pertama kali tinggal di Jatisari, lingkungan rumahnya kurang begitu sehat. Masyarakat sekitar yang memiliki ternak seperti kambing dan sapi, membiarkan begitu saja kotoran ternaknya. "Buang limbah ternak sembarangan saja. Bisa di bawah pohon pisang dan jalanan. Kalau turun hujan, baunya ke mana-mana." Pelan-pelan Rita mengundang bapak-bapak. "Di sini ada organisasi Forum Betawi Rempug. Saya bersilaturahmi dengan mereka. Saya ajari mereka mengolah limbah ternak jadi kompos," tutur Rita yang memulai gerakan ...

Roda-roda yang Berbeda Ukuran

Gambar
D i tengah hutan, tinggallah empat sahabat. Hie Lalat, Frogie Kodok, Hegie Landak, dan Cockie Ayam Jago. Suatu hari, mereka menemukan sebuah gerobak kecil. Anehnya, keempat rodanya berbeda ukuran! Mulai dari yang paling kecil sampai paling besar. Saat keempat hewan itu asyik mengamati gerobak itu, datanglah Bunny Kelinci. “Apa itu milik kalian?” tanya Bunny Kelinci geli. “Bukan. Sepertinya buatan Pak Beruang. Tapi tak selesai,” jawab Cockie. “Ayo, kita bawa pulang ke rumah saja,” kata Frogie Kodok. Mereka lalu mulai mendorongnya. Tapi tentu saja sulit, karena keempat rodanya berbeda ukurannya. Bunny Kelinci semakin tertawa geli. Keempat binatang itu akhirnya kelelahan. Tapi mereka merasa sayang meninggalkan gerobak itu. Siapa tahu bisa dimanfaatkan. “Hei, bagaimana kalau roda-rodanya kita gelindingkan saja?” usul Hegie Landak tiba-tiba. Ide yang bagus sekali! Masing-masing lalu mengambil sebuah roda, dan menggelindingkannya sepanjang jalan. Hie Lalat berjalan...

Tetangga yang Ada-ada Aja

Gambar
ADA tetangga Lupus yang sok. Kalo anaknya sakit sedikit langsung dibawa ke rumah sakit dan yang dicari dokter spesialis. Makanya Lupus menganggapnya sebagai tetangga yang sok! Karena tetangga itu sering pamer kalo membawa anaknya ke dokter spesialis. "Si Rio pulang sekolah kesandung batu, jalannya jadi pincang. Oom langsung panik. Tapi untung Oom punya kenalan seorang dokter ahli kulit. Langsung Oom anter ke sana. Tadinya Oom ingin Rio dirawat, tapi dokter bilang nggak usah. Tapi sebelumnya kaki Rio yang kena batu itu dironsen dulu! Terus pulang dari dokter kulit Oom mampir ke Dokter Johnson, kenalan Oom yang jago urusan penyakit jantung. Kenapa Oom mampir? Oom kuatir jantung Rio terganggu waktu Rio kesandung tadi ...." Wah, wah, Lupus sampe sebel mendengarnya. Entah kenapa ada orang tua yang begitu sombong. Lupus tak habis pikir. Setau Lupus orang-orang sombong itu cuma anak-anak seusianya aja. "Tetangga kamu yang sebelah mana sih, Pus?" tanya Uwi peng...

Baju Ultah Happy dan Sayur Daur Ulang

Gambar
HAPPY lagi sibuk mikirin baju buat ultah. Untungnya Happy termasuk anak orang berada, maksudnya berada di mana-mana (abis sering keluyuran sih! hehehe), so jadinya tu anak punya duit untuk beli baju ultah yang keren. Happy yang punya body agak subur kayak tambur, udah dari kemaren kasak-kusuk ngomongin baju ultah. Hari ini dia cerita lagi ke Uwi, padahal Uwi udah hampir sepuluh kali ngedengerin cerita soal niat Happy beli baju. "Pada suatu hari, adalah seorang putri bernama Happy ...," Happy memulai ceritanya lagi. "Lalu putri itu kena kutuk sehingga badannya jadi gendut kayak bola bekel!" sambung Uwi konyol. Happy merengut. "Iya, iya, sori deh. Lagian kamu mau cerita soal baju aja pake ngomong pada suatu hari segala," ujar Uwi. "Udah deh, cepetan!" "Oke. Saya langsung aja. Setelah saya pikir-pikir, kayaknya saya mau beli baju ultah yang sensual!" kata Happy sambil mengembangkan senyumnya. "Sensual?...

Dari Sekam Datangnya Listrik

Gambar
Sekam padi, yang di sini hanya jadi abu gosok, ternyata bisa menjadi energi pembangkit listrik. Pembangkit model ini sudah dicoba di Thailand. Kapan masuk Indonesia? S EKAM padi boleh jadi akan menjadi barang penting, di masa mendatang. Soalnya, sudah terbukti limbah itu bisa menjadi energi untuk pembangkit listrik. Kini di pedalaman Thailand sudah beroperasi dua pembangkit listrik model itu, dan setiap pembangkit menghasilkan listrik 38 megawatt (MW). Dari jumlah itu, 10 MW digunakan untuk penerangan, dan selebihnya untuk menggerakkan mesin tapioka, pabrik pulp, penggilingan padi, serta untuk menjalankan mesin pembangkit listrik itu sendiri. Ihwal pembangkit listrik tenaga sekam ini muncul dalam seminar Power Gen-Asia '93 , yang berlangsung di Singapura, dua pekan lalu. Tentu saja sekam tak akan mampu bersaing dengan pembangkit energi semacam diesel, batu bara, air terjun, atau panas bumi. Sebab, energi yang dihasilkannya kecil saja. Namun, di desa-desa negeri agraris sep...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...