Postingan

Roda-roda yang Berbeda Ukuran

Gambar
D i tengah hutan, tinggallah empat sahabat. Hie Lalat, Frogie Kodok, Hegie Landak, dan Cockie Ayam Jago. Suatu hari, mereka menemukan sebuah gerobak kecil. Anehnya, keempat rodanya berbeda ukuran! Mulai dari yang paling kecil sampai paling besar. Saat keempat hewan itu asyik mengamati gerobak itu, datanglah Bunny Kelinci. “Apa itu milik kalian?” tanya Bunny Kelinci geli. “Bukan. Sepertinya buatan Pak Beruang. Tapi tak selesai,” jawab Cockie. “Ayo, kita bawa pulang ke rumah saja,” kata Frogie Kodok. Mereka lalu mulai mendorongnya. Tapi tentu saja sulit, karena keempat rodanya berbeda ukurannya. Bunny Kelinci semakin tertawa geli. Keempat binatang itu akhirnya kelelahan. Tapi mereka merasa sayang meninggalkan gerobak itu. Siapa tahu bisa dimanfaatkan. “Hei, bagaimana kalau roda-rodanya kita gelindingkan saja?” usul Hegie Landak tiba-tiba. Ide yang bagus sekali! Masing-masing lalu mengambil sebuah roda, dan menggelindingkannya sepanjang jalan. Hie Lalat berjalan...

Tetangga yang Ada-ada Aja

Gambar
ADA tetangga Lupus yang sok. Kalo anaknya sakit sedikit langsung dibawa ke rumah sakit dan yang dicari dokter spesialis. Makanya Lupus menganggapnya sebagai tetangga yang sok! Karena tetangga itu sering pamer kalo membawa anaknya ke dokter spesialis. "Si Rio pulang sekolah kesandung batu, jalannya jadi pincang. Oom langsung panik. Tapi untung Oom punya kenalan seorang dokter ahli kulit. Langsung Oom anter ke sana. Tadinya Oom ingin Rio dirawat, tapi dokter bilang nggak usah. Tapi sebelumnya kaki Rio yang kena batu itu dironsen dulu! Terus pulang dari dokter kulit Oom mampir ke Dokter Johnson, kenalan Oom yang jago urusan penyakit jantung. Kenapa Oom mampir? Oom kuatir jantung Rio terganggu waktu Rio kesandung tadi ...." Wah, wah, Lupus sampe sebel mendengarnya. Entah kenapa ada orang tua yang begitu sombong. Lupus tak habis pikir. Setau Lupus orang-orang sombong itu cuma anak-anak seusianya aja. "Tetangga kamu yang sebelah mana sih, Pus?" tanya Uwi peng...

Baju Ultah Happy dan Sayur Daur Ulang

Gambar
HAPPY lagi sibuk mikirin baju buat ultah. Untungnya Happy termasuk anak orang berada, maksudnya berada di mana-mana (abis sering keluyuran sih! hehehe), so jadinya tu anak punya duit untuk beli baju ultah yang keren. Happy yang punya body agak subur kayak tambur, udah dari kemaren kasak-kusuk ngomongin baju ultah. Hari ini dia cerita lagi ke Uwi, padahal Uwi udah hampir sepuluh kali ngedengerin cerita soal niat Happy beli baju. "Pada suatu hari, adalah seorang putri bernama Happy ...," Happy memulai ceritanya lagi. "Lalu putri itu kena kutuk sehingga badannya jadi gendut kayak bola bekel!" sambung Uwi konyol. Happy merengut. "Iya, iya, sori deh. Lagian kamu mau cerita soal baju aja pake ngomong pada suatu hari segala," ujar Uwi. "Udah deh, cepetan!" "Oke. Saya langsung aja. Setelah saya pikir-pikir, kayaknya saya mau beli baju ultah yang sensual!" kata Happy sambil mengembangkan senyumnya. "Sensual?...

Dari Sekam Datangnya Listrik

Gambar
Sekam padi, yang di sini hanya jadi abu gosok, ternyata bisa menjadi energi pembangkit listrik. Pembangkit model ini sudah dicoba di Thailand. Kapan masuk Indonesia? S EKAM padi boleh jadi akan menjadi barang penting, di masa mendatang. Soalnya, sudah terbukti limbah itu bisa menjadi energi untuk pembangkit listrik. Kini di pedalaman Thailand sudah beroperasi dua pembangkit listrik model itu, dan setiap pembangkit menghasilkan listrik 38 megawatt (MW). Dari jumlah itu, 10 MW digunakan untuk penerangan, dan selebihnya untuk menggerakkan mesin tapioka, pabrik pulp, penggilingan padi, serta untuk menjalankan mesin pembangkit listrik itu sendiri. Ihwal pembangkit listrik tenaga sekam ini muncul dalam seminar Power Gen-Asia '93 , yang berlangsung di Singapura, dua pekan lalu. Tentu saja sekam tak akan mampu bersaing dengan pembangkit energi semacam diesel, batu bara, air terjun, atau panas bumi. Sebab, energi yang dihasilkannya kecil saja. Namun, di desa-desa negeri agraris sep...

Mereka yang Masih Pedalaman

Gambar
P ekanbaru diserbu masyarakat pedalaman. Awal September lalu, ribuan orang bercawat maupun berpakaian kulit rusa tampak lalu-lalang di tengah kota. Mereka berkumpul untuk meramaikan Festival Seni Budaya Masyarakat Pedalaman Asia Pasifik. Beberapa orang masih tampak bingung melihat kendaraan yang berlalu-lalang, dan tak sedikit pula yang kesasar. Panitia, tampaknya, mengambil hikmah dari pengalaman dan segera melengkapi tiap peserta dengan badge yang di baliknya tertulis alamat penginapan. Jadi, kalau mereka kesasar dan tak bisa berkomunikasi dengan masyarakat Pekanbaru, orang-orang itu tetap saja bisa diantar pulang ke penginapan. Tapi tak sedikit pula peserta festival dengan kaus oblong dan celana pendek ketat yang menelusuri Pekanbaru bak wisatawan. Memang, tak jelas lagi kelompok masyarakat yang bagaimana yang masih bisa disebut sebagai masyarakat pedalaman. Pemerintah Daerah Riau, sebagai penyelenggara festival, membatasi masyarakat pedalaman dalam tiga kelompok, yaitu mas...

Tatkala Gajah Berlaga Pelanduk pun Terjepit

Gambar
F estival Budaya Pedalaman se-Asia Pasifik berlangsung di Pekanbaru, pada 2-5 September lalu. Walaupun ada yang berpakaian cawat dan kulit kayu, pengalaman mereka tentang sistem ekologi sangat canggih. Karena itu, ada orang yang menyebut bahwa inilah festival yang menyindir-nyindir kaum kapitalis perusak hutan. Lalu, apa problem yang dihadapi suku pedalaman itu? Siapa saja mereka? Kenapa maksud baik dilakukan tetapi makin banyak petani kehilangan tanahnya Tanah-tanah di gunung telah dimiliki orang-orang kota Perkebunan yang luas hanya menguntungkan segolongan kecil saja .... C uplikan sajak di atas bisa didengar dalam film Yang Muda Yang Bercinta, yang sedang beredar di pelosok-pelosok kota di negeri ini. W. S. Rendra, penyair yang membaca sajaknya itu dalam film, memang tidak hadir pada Festival Budaya Pedalaman se-Asia Pasifik yang berlangsung di Pekanbaru, awal September lalu. Tetapi, betapa makna puisinya merasuk kental di sana. Bahwa kaum kapitali...

Dengan Ganggang Menghajar Logam

Gambar
Pengolah limbah algae Chlorella pyrenoidosa  mampu mengolah limbah tekstil dan logam berat. Algae si ganggang hijau mudah ditemukan, dan biayanya murah. Hanya saja, masih ada kendala. K EMBALI ke alam rupanya bisa karena berbagai alasan. Dr. M. A. Aziz, 56 tahun, punya alasan yang sangat khusus. "Kalau mau pengolah limbah murah, kembalilah ke teknologi alam," begitu kata insinyur lingkungan dari Universitas Nasional Singapura itu. Setelah meneliti selama empat tahun, Dr. M. A. Aziz dan Dr. W. J. Ng menawarkan sistem pengolahan limbah dengan algae Chlorella pyrenoidosa . Menurut mereka, sistem ini cocok bagi negara berkembang. Lagi pula murah karena algae cukup dipungut dari empang atau sawah. Mikroorganisme bersel satu ini sebenarnya sudah cukup dikenal. Selain dibudidayakan untuk pakan ikan, juga untuk makanan bergizi. Dan sebagai pengolah limbah, algae--di sini sering disebut ganggang hijau--tanpa disadari telah berperan banyak. Kerap kita temukan ganggang hija...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...