Postingan

Meraup Rezeki dari Cacing Tanah

Gambar
B agi sebagian orang, cacing tanah dipandang sebelah mata. Fungsinya tidak lebih sebagai umpan untuk memancing atau pakan ternak. Namun, di tangan mereka yang jeli, hewan tanpa tulang yang juga hemafrodit ini menjadi sumber penghasilan yang lumayan. Bahkan ada yang telah bertahun-tahun menekuninya hingga berdiri sebuah perusahaan yang menghasilkan produk cacing olahan. Orang awam yang baru pertama kali datang pasti tak mengira jika di balik hamparan tanah yang menghitam di atas terpal plastik dan ditumbuhi oleh ribuan tanaman tomat muda itu, tersimpan ratusan kilogram cacing tanah ( Lumbricus terrestris ). Hewan hemafrodit berbagai ukuran inilah yang tiga tahun terakhir diternak oleh Sungkono (56), warga Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Begitu tanah yang mirip kompos itu dibalik, barulah terlihat cacing-cacing kemerahan menggeliat. Sungkono sendiri menggunakan media pelihara terbuat dari serbuk gergaji yang biasa dipakai sebagai media tanam jamur (log ja...

Harapan dari Sulam Perca

Gambar
OLEH DAHLIA IRAWATI Belajarlah meraih sesuatu yang besar dengan memulai mengerjakan hal-hal kecil. Prinsip itu diterapkan Yuli Masruroh (57), perajin-sulam-rajut kain perca asal Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dari lembar-lembar kain perca, Yuli merajut dan menyulamnya menjadi kerajinan tangan bernilai seni tinggi. K erajinan sulaman dan rajutan karya Yuli pernah dikenakan istri wali kota, bupati, dan juga dibeli Wakil Presiden Jusuf Kalla. Karya itu juga dibeli konsumen mancanegara, antara lain dari Malaysia, Vietnam, Kanada, dan India. Selain membeli karya Yuli di sejumlah pameran di Jakarta, konsumen luar negeri juga membeli produk kerajinan tangan buatan ibu tiga anak tersebut saat dipamerkan di negara mereka. Bulan depan, Yuli dijadwalkan kembali berpameran di Romania. Di sejumlah pameran, produk kerajinan karya Yuli yang paling laris diburu orang terutama adalah produk-produk seperti bros. Selain karena harganya relatif murah, produk seperti itu kerap dibe...

Ciri-ciri Keuangan Sudah "Mapan"

Gambar
K eamanan finansial tidak hanya tercapai saat seseorang telah berada pada posisi kaya raya. Asalkan pengelolaan keuangan tepat, Anda pun bisa mendapatkan keamanan finansial. Apa saja ciri-cirinya? Utang Keuangan yang sudah "mpaan" bisa terindikasi dari kebebasan dari tagihan utang. Di satu sisi, utang seperti utang perumahan dalam bentuk KPR atau KPA, memang wajar dan menjadi solusi untuk mendapatkan kebutuhan pokok. Namun, bila utang meliputi hal-hal sepele seperti utang membeli barang-barang elektronik atau pakaian mahal, ini yang kurang tepat. Begitu juga dengan utang pada teman atau anggota keluarga. Pengelolaan keuangan tergolong baik jika Anda terbebas dari utang sepele dan mampu membayar utang KPR. Gaya hidup "Mapan" secara finansial juga bisa terindikasi dari gaya hidup yang tidak berlebihan. Meskipun mampu membeli barang-barang bermerek dan mahal, tetapi memilih produk yang lebih sederhana dan terjangkau, seseorang bisa dikatakan mempun...

Ayo Bijak Menggunakan Air

Gambar
"Tutup keran airnya kalau sedang menyikat gigi, Kak, supaya hemat airnya," ujar Ade (35). Bagi Ade, mengingatkan putra tertuanya yang berumur 7 tahun, dan anggota keluarga lainnya, agar lebih bijak menggunakan air bukan sekadar masalah biaya tagihan air. Namun, juga merupakan upaya menjaga ketersediaan air bersih. RINI  (48) juga melakukan hal yang mirip dilakukan Ade dalam hal menggunakan air secara bijak. Hanya, Rini lebih suka menempelkan imbauan pada area-area tertentu. Misalnya, terdapat tulisan "matikan keran saat menyikat gigi", "gunakan air secukupnya saat mandi", atau kalimat "nyalakan air hanya pada saat membilas" pada area dapur. Hal ini bisa jadi pada sebagian orang terlihat sepele. Namun, bagi Rini hal ini akan mengingatkan orang sekaligus membuat mereka disiplin dan bijak menggunakan air bersih. Jika ternyata biaya tagihan berkurang, hal itu merupakan "bonus" baginya. Dari polling  yang dilakukan Kompas Klasika me...

PEMINDAHAN WARGA: Melawan Redupnya Ekonomi di Rusunawa

Gambar
S uasana salah satu sudut kawasan Kalijodo di Jakarta Utara itu lengang, Kamis (25/2). Hanya terlihat beberapa orang yang mendorong gerobak, memindahkan barang-barang dari tempat tinggal lamanya. Hari Senin, pemerintah membongkar semua bangunan di wilayah ini. "Saya tidak mau pindah. Sudah jauh, di sana (rumah susun sederhana sewa/rusunawa) enggak tau mau ngapain . Di sana mana bisa dagang, pasti yang dagang sudah banyak," ucap Yuliati, warga Kalijodo. Sebelum Kalijodo menjadi sasaran penertiban pemerintah, Yuliati yang berdagang beragam barang di toko kelontongnya ini berpenghasilan lumayan setiap hari. Untuk penjualan rokok, air minum, dan lainnya, dia bisa memperoleh Rp 500.000. Pedagang lain, Lastri (32), menyampaikan hal yang sama. Apabila ramai, bisa mencapai Rp 700.000. Pendapatan lebih terutama diperoleh saat akhir pekan. Lastri juga tak mau pindah ke rusunawa yang disediakan pemerintah. Dia memilih mengontrak di Kapuk, Jakarta Barat, dan sedang mencari lokasi b...

BERKEBUN DI LAHAN SEMPIT

Gambar
FOTO & TEKS : ARIF HIDAYAH/"PR" P ERNAHKAH terpikir untuk bercocok tanam, tapi urung karena tidak memiliki tanah luas? Tak punya sawah atau kebun? Seiring dengan perkembangan zaman, menanam sayuran kini bisa dilakukan kapan dan di mana pun. Dengan sistem hidroponik, siapa saja bisa bercocok tanam sayuran seperti pakcoy, brokoli, sawi, kailan, bayam, kangkung, tomat, bawang, bahkan stroberi. Tentunya dengan memanfaatkan halaman rumah atau apartemen yang terbatas. Hidroponik merupakan salah satu media tanam tanpa menggunakan tanah sebagai pertumbuhan tanaman. Tanaman hidroponik bisa dilakukan skala kecil di rumah sebagai suatu hobi ataupun secara besar-besaran dengan tujuan komersial. Beberapa kelebihan tanaman hidroponik antara lain ramah lingkungan karena mengolahnya tidak perlu menggunakan mesin dan penggunaan air hanya 1/20 dari tanaman biasa. Pertumbuhan tanaman lebih cepat dan kualitas hasil tanaman dapat terjaga. Euis Wangsih (49) contohnya, di ...

Petrus Mehan: Memuliakan Lingkungan melalui Anakan Tanaman

Gambar
Tenda beratapkan daun kelapa dengan ketinggian 2 meter membentang seluas 5.000 meter persegi. Di bawah naungan tenda itu terdapat 35.000 anakan pohon dari 27 jenis tanaman, baik tanaman perkebunan, tanaman kehutanan, maupun tanaman hias. Anakan tanaman itu bakal menyebar di sembilan kabupaten di daratan Pulau Flores sampai Pulau Sumba dan Pulau Timor. OLEH KORNELIS KEWA AMA D alam setiap proyek penghijauan dan reboisasi di Nusa Tenggara Timur, ribuan anakan tanaman yang dibudidayakan Petrus Mehan sejak 1992 inilah yang digunakan. Ia memulainya pasca tsunami di Maumere dan sekitarnya. Ketika itu, ia memperhatikan hampir sebagian kawasan hutan di Maumere rusak parah akibat gempa bumi berkekuatan 6,5 skala Richter disertai tsunami. Pulau-pulau kecil di depan Maumere dan sekitarnya, seperti Pulau Babi, Pulau Pangabatang, dan Pulau Sukun, pun ikut rusak. Dijumpai di Kelurahan Baumekot, Kecamatan Kangae, 15 kilometer arah timur Maumere, Sabtu (5/12), Mehan tengah duduk memperbaiki a...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...