Postingan

Ciri-ciri Keuangan Sudah "Mapan"

Gambar
K eamanan finansial tidak hanya tercapai saat seseorang telah berada pada posisi kaya raya. Asalkan pengelolaan keuangan tepat, Anda pun bisa mendapatkan keamanan finansial. Apa saja ciri-cirinya? Utang Keuangan yang sudah "mpaan" bisa terindikasi dari kebebasan dari tagihan utang. Di satu sisi, utang seperti utang perumahan dalam bentuk KPR atau KPA, memang wajar dan menjadi solusi untuk mendapatkan kebutuhan pokok. Namun, bila utang meliputi hal-hal sepele seperti utang membeli barang-barang elektronik atau pakaian mahal, ini yang kurang tepat. Begitu juga dengan utang pada teman atau anggota keluarga. Pengelolaan keuangan tergolong baik jika Anda terbebas dari utang sepele dan mampu membayar utang KPR. Gaya hidup "Mapan" secara finansial juga bisa terindikasi dari gaya hidup yang tidak berlebihan. Meskipun mampu membeli barang-barang bermerek dan mahal, tetapi memilih produk yang lebih sederhana dan terjangkau, seseorang bisa dikatakan mempun...

Ayo Bijak Menggunakan Air

Gambar
"Tutup keran airnya kalau sedang menyikat gigi, Kak, supaya hemat airnya," ujar Ade (35). Bagi Ade, mengingatkan putra tertuanya yang berumur 7 tahun, dan anggota keluarga lainnya, agar lebih bijak menggunakan air bukan sekadar masalah biaya tagihan air. Namun, juga merupakan upaya menjaga ketersediaan air bersih. RINI  (48) juga melakukan hal yang mirip dilakukan Ade dalam hal menggunakan air secara bijak. Hanya, Rini lebih suka menempelkan imbauan pada area-area tertentu. Misalnya, terdapat tulisan "matikan keran saat menyikat gigi", "gunakan air secukupnya saat mandi", atau kalimat "nyalakan air hanya pada saat membilas" pada area dapur. Hal ini bisa jadi pada sebagian orang terlihat sepele. Namun, bagi Rini hal ini akan mengingatkan orang sekaligus membuat mereka disiplin dan bijak menggunakan air bersih. Jika ternyata biaya tagihan berkurang, hal itu merupakan "bonus" baginya. Dari polling  yang dilakukan Kompas Klasika me...

PEMINDAHAN WARGA: Melawan Redupnya Ekonomi di Rusunawa

Gambar
S uasana salah satu sudut kawasan Kalijodo di Jakarta Utara itu lengang, Kamis (25/2). Hanya terlihat beberapa orang yang mendorong gerobak, memindahkan barang-barang dari tempat tinggal lamanya. Hari Senin, pemerintah membongkar semua bangunan di wilayah ini. "Saya tidak mau pindah. Sudah jauh, di sana (rumah susun sederhana sewa/rusunawa) enggak tau mau ngapain . Di sana mana bisa dagang, pasti yang dagang sudah banyak," ucap Yuliati, warga Kalijodo. Sebelum Kalijodo menjadi sasaran penertiban pemerintah, Yuliati yang berdagang beragam barang di toko kelontongnya ini berpenghasilan lumayan setiap hari. Untuk penjualan rokok, air minum, dan lainnya, dia bisa memperoleh Rp 500.000. Pedagang lain, Lastri (32), menyampaikan hal yang sama. Apabila ramai, bisa mencapai Rp 700.000. Pendapatan lebih terutama diperoleh saat akhir pekan. Lastri juga tak mau pindah ke rusunawa yang disediakan pemerintah. Dia memilih mengontrak di Kapuk, Jakarta Barat, dan sedang mencari lokasi b...

BERKEBUN DI LAHAN SEMPIT

Gambar
FOTO & TEKS : ARIF HIDAYAH/"PR" P ERNAHKAH terpikir untuk bercocok tanam, tapi urung karena tidak memiliki tanah luas? Tak punya sawah atau kebun? Seiring dengan perkembangan zaman, menanam sayuran kini bisa dilakukan kapan dan di mana pun. Dengan sistem hidroponik, siapa saja bisa bercocok tanam sayuran seperti pakcoy, brokoli, sawi, kailan, bayam, kangkung, tomat, bawang, bahkan stroberi. Tentunya dengan memanfaatkan halaman rumah atau apartemen yang terbatas. Hidroponik merupakan salah satu media tanam tanpa menggunakan tanah sebagai pertumbuhan tanaman. Tanaman hidroponik bisa dilakukan skala kecil di rumah sebagai suatu hobi ataupun secara besar-besaran dengan tujuan komersial. Beberapa kelebihan tanaman hidroponik antara lain ramah lingkungan karena mengolahnya tidak perlu menggunakan mesin dan penggunaan air hanya 1/20 dari tanaman biasa. Pertumbuhan tanaman lebih cepat dan kualitas hasil tanaman dapat terjaga. Euis Wangsih (49) contohnya, di ...

Petrus Mehan: Memuliakan Lingkungan melalui Anakan Tanaman

Gambar
Tenda beratapkan daun kelapa dengan ketinggian 2 meter membentang seluas 5.000 meter persegi. Di bawah naungan tenda itu terdapat 35.000 anakan pohon dari 27 jenis tanaman, baik tanaman perkebunan, tanaman kehutanan, maupun tanaman hias. Anakan tanaman itu bakal menyebar di sembilan kabupaten di daratan Pulau Flores sampai Pulau Sumba dan Pulau Timor. OLEH KORNELIS KEWA AMA D alam setiap proyek penghijauan dan reboisasi di Nusa Tenggara Timur, ribuan anakan tanaman yang dibudidayakan Petrus Mehan sejak 1992 inilah yang digunakan. Ia memulainya pasca tsunami di Maumere dan sekitarnya. Ketika itu, ia memperhatikan hampir sebagian kawasan hutan di Maumere rusak parah akibat gempa bumi berkekuatan 6,5 skala Richter disertai tsunami. Pulau-pulau kecil di depan Maumere dan sekitarnya, seperti Pulau Babi, Pulau Pangabatang, dan Pulau Sukun, pun ikut rusak. Dijumpai di Kelurahan Baumekot, Kecamatan Kangae, 15 kilometer arah timur Maumere, Sabtu (5/12), Mehan tengah duduk memperbaiki a...

Mencintai Bumi dan Berhemat Energi

Gambar
P ersoalan cadangan energi dan lingkungan yang kian tergerus makin nyata di depan mata. Namun, baru sebagian dari masyarakat yang merespons kondisi tersebut dengan langkah konkret seperti menghemat air dan memanfaatkan energi seefisien mungkin. Terbiasa hidup serba nyaman dengan segala kemudahan yang tersedia memang membuat diri sulit menjadi peka dengan realita dalam konteks yang lebih luas. Terlebih jika selama ini, air di rumah selalu berlimpah ruah, listrik selalu menyala 24 jam, dan tak pernah kehabisan ragam kebutuhan primer lainnya. Kesadaran pun perlu dibangkitkan dari dalam diri dan proses pendidikan anak di rumah menjadi jawaban. Tanpa ada perubahan, niscaya generasi mendatang bisa merasakan kenikmatan yang dirasakan hari ini. Pembaca Klasika Minggu pun berbagi saran dan tips dalam merespons persoalan hemat energi. "Anak-anak sudah mau mengerti, mau diajak berhemat. Mau diajak tertib, mulai dari meminimalkan penggunaan tas kresek, tidak membiasakan memakai t...

Hemat Energi Berawal dari Rumah

Gambar
Sumber: Kompas, 13 Desember 2015
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...