Sejarah Bumi dan Kisah Perjalanan Hidup Homo Sapiens
disalin dari halaman 71-73 tulisan J. A. Katili (Guru Besar Geologi ITB dan Anggota Kelompok Kerja "Geological Processes, Past and Present" dari International Geosphere-Biosphere Program") "ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI UNTUK KELANGSUNGAN HIDUP MANUSIA" dalam buku Menerawang Masa Depan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni dalam Perkembangan Budaya Masyarakat Bangsa Indonesia, Penerbit ITB, 1991
Di dalam merenungkan persepsi kita mengenai keadaan bumi serta tempat manusia di dalamnya, khususnya dalam kaitan dengan perubahan global, adalah penting untuk memahami pengertian tentang waktu, ditinjau dari suatu perspektif yang berlainan dari apa yang kita kenal. Dengan memakai model waktu yang dipersingkat ini, marilah kita menelusuri perjalanan hidup manusia.
Bayangkan misalkan kita meneropong sejarah bumi dengan memakai suatu skala waktu yang diperpendek sehingga setahun dalam sejarah bumi adalah identik dengan satu detik dalam sejarah kehidupan manusia. Saat peneropongan diambil adalah tepat jam 24.00 tanggal 31 Desember 1975. Skenario apakah yang akan terlihat?
Akan nampak bahwa panjang usia manusia rata-rata hanya satu menit dan revolusi industri baru dimulai empat menit yang lalu. Bumi lahir kira-kira 140 tahun yang silam dan manusia berada di muka bumi baru sebulan lamanya. Manusia mulai mempergunakan alat-alat batu kira-kira dua minggu lalu dan menemukan api satu minggu kemudian. Aktivita pertambangan dan pertanian baru dimulai jam 21.00. Setengah jam lalu manusia mulai menikmati tenaga angin; eksploitasi bahan bakar fosil baru berjalan 15 menit; produksi minyak bumi dimulai 2 menit lalu dan 90% dari sumber daya minyak bumi ditaksir akan habis dalam satu menit lagi. Energi listrik yang mencapai keadaan serba modern sekarang, baru dinikmati dua menit yang lalu. Sumbangan tenaga nuklir, baru 18 detik kita rasakan, masih berukuran kecil tapi bertumbuh dengan cepat. Perubahan-perubahan cepat dalam beberapa menit terakhir ini dapat memberi indikasi apa yang akan terjadi pada waktu yang sudah berada di ambang pintu.
Kerawanan habitat kita dengan jelas sekarang dapat dilihat secara sinoptik dari gambar serta citra planet bumi yang diambil satelit dari ruang angkasa. Atmosfera yang lebih kecil dari seperjuta massa bumi dan hidrosfera yang terdiri dari 0,25% masa ini, dibentuk oleh suatu evolusi lambat akan tetapi kompleks yang telah berlangsung kira-kira 100 tahun. Pengeluaran gas-gas dari batuan telah memainkan peranan yang penting dalam proses ini. Dalam periode seratus tahun pertama sejarah bumi (dengan skala waktu dipendekkan), atmosfera tidak mengandung oksigen bebas, sehingga hanya kehidupan anaerobik primitif yang dapat berkembang. Namun, kira-kira 60 tahun yang silam oksigen mulai terakumulasi bukan saja karena proses-proses fisik (misalkan photolisis molekul air), akan tetapi juga karena aktivita organisme autotropik. Dengan lambat mulai terbentuk suatu perisai terdiri dari ozon yang melindungi permukaan bumi dari radiasi ultraviolet yang intensif. Kira-kira 30 tahun yang silam terjadi suatu kemajuan berarti ketika dengan munculnya organisme "eucaryotic", kombinasi genetik menjadi suatu kekuatan dominan dalam evolusi organisme. Hewan bersel banyak muncul 10 tahun kemudian kira-kira pada tahun 1954. Pada saat tersebut kadar oksigen atmosfera mulai meningkat dengan cepat, tekanan parsial karbon dioksida dalam atmosfera dan di lautan mulai berkurang dan perisai radiasi makin bertambah kuat. Tumbuh-tumbuhan mulai menutupi benua kira-kira pada tahun 1962 (periode Silur) yang diikuti dengan cepat oleh berbagai hewan yang lebih tahan terhadap radiasi.
Pada waktu manusia mulai muncul, maka lingkungan permukaan bumi sudah dapat dihuni oleh flora dan fauna yang jumlahnya makin meningkat, meskipun sewaktu-waktu terdapat periode kemunduran dalam evolusi ini.
Selama sejarah yang panjang itu, bumi mengalami berbagai kriis, antara lain perioda pembentukan pegunungan yang intensif, kegiatan gunung api yang kuat, perioda perluasan padang pasir yang menutupi sebagian besar kontinen, serta perioda glasiasi secara besar-besaran.
Namun demikian, perlu dicatat bahwa tak ada satu pun dari sejumlah krisis ini yang begitu hebat dan universal sehingga sanggup menyapu bersih seluruh kehidupan dari bumi meskipun di sana-sini terjadi kepunahan beberapa spesies tertentu.
Munculnya Homo sapiens secara cepat terlihat pada bekas-bekas yang ditinggalkannya pada muka bumi setelah perioda glasiasi terakhir dalam bentuk hutan-hutan yang terbakar secara besar-besaran. Erosi tanah mulai merupakan masalah serius pada jam 23.00 dan pada jam 23.15 terjadilah perusakan hutan di sekitar Yunani dan Asia Kecil, disusul oleh pemusnahan hutan di sekitar Laut Tengah. Dalam waktu yang bersamaan terjadi pula pembabatan dan pembakaran hutan di India dan Cina. Penyebaran secara cepat kebudayaan Barat ke daerah tropis, Amerika dan ke bagian lain di muka bumi yang terjadi sesudah jam 23.52 telah mengakibatkan berlipat gandanya daerah yang dilanda gangguan ekologi. Ini terjadi sebelum dimulainya revolusi industri yang meletus pada jam 23.56 di Inggris.
Revolusi industri ini menyebabkan transformasi besar-besaran dalam teknologi produksi dan menambahkan dimensi baru yang bersifat global pada permasalahan ekologi yang sudah ada. Hal ini semakin terasa sesudah prang dunia kedua yaitu 30 detik terakhir dalam model waktu yang dipersingkat.

Komentar
Posting Komentar